Kim Jong-Un dijadwalkan hadir dalam parade militer besar di Lapangan Tiananmen China pada Rabu, untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II.
Pyongyang, Suarathailand- Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un diperkirakan akan menggunakan kereta pribadinya yang dilapisi antipeluru ketika melakukan perjalanan ke Beijing pekan depan.
Kim Jong-Un dijadwalkan hadir dalam parade militer besar di Lapangan Tiananmen pada Rabu, untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, yang di Tiongkok diperingati sebagai hari kemenangan atas Jepang.
Meski belum ada informasi resmi soal jadwal keberangkatan dari Pyongyang, para pengamat meyakini Kim akan lebih memilih moda transportasi darat ketimbang pesawat pribadinya.
Korea Times, Jumat, 29 Agustus 2025 melaporkan Kim memiliki dua moda utama: kereta khusus dan pesawat pribadi bernama “Chammae-1.” Pada empat kunjungan sebelumnya ke Tiongkok (2018–2019), ia dua kali menggunakan kereta dan dua kali menggunakan pesawat. Perjalanan dengan kereta memakan waktu empat hari, sementara dengan pesawat sekitar dua hari.
Namun, beberapa tahun terakhir tidak ada catatan Kim memakai pesawat tersebut, kemungkinan karena faktor usia pesawat yang sudah tua. Bahkan saat ke Singapura untuk bertemu Donald Trump pada 2018, ia harus meminjam pesawat dari Tiongkok.
Kini, tanpa tanda-tanda Pyongyang membeli pesawat baru, kereta khusus antipeluru kembali diperkirakan jadi pilihan utama.
Kereta pribadi Kim dilaporkan memiliki lapisan baja antipeluru, mortar untuk pertahanan, sistem komunikasi, GPS, serta fasilitas modern lain. Seorang pejabat Rusia yang pernah menaikinya pada 2011 menyebut kereta tersebut sebagai “benteng bergerak yang sempurna.”
Namun, karena kondisi rel di Korea Utara yang buruk, kereta hanya mampu melaju rata-rata 60 km/jam, membuat perjalanan internasional terasa panjang dan melelahkan.
Spekulasi makin kuat setelah Hotel Zhonglian di kota perbatasan Dandong, Tiongkok, menangguhkan reservasi wisatawan asing menjelang parade. Hotel tersebut punya rekam jejak melakukan hal serupa setiap kali Kim melakukan perjalanan ke Tiongkok dengan kereta.
Meski kemungkinan Kim kembali meminjam pesawat Tiongkok tidak sepenuhnya tertutup, analis menilai ia lebih mungkin menegaskan kemandirian dengan menggunakan kereta pribadinya.