Selama pertemuan, kedua pihak sepakat untuk bekerja sama dalam meningkatkan bantuan kemanusiaan, membuka Penyeberangan Perbatasan Rafah di kedua arah.
Istanbul, Suarathailand- Direktur Organisasi Intelijen Nasional Turki, Ibrahim Kalin, bertemu dengan anggota Biro Politik Hamas dan kepala negosiator Khalil al-Hayya di Istanbul pada hari Sabtu untuk membahas implementasi perjanjian gencatan senjata Gaza, demikian dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Anadolu.
Selama pertemuan, kedua pihak sepakat untuk bekerja sama dalam meningkatkan bantuan kemanusiaan, membuka Penyeberangan Perbatasan Rafah di kedua arah, dan mendukung komite teknokrat Palestina yang baru dibentuk, demikian dilaporkan Anadolu.
Delegasi Hamas menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas mediasi dan upaya Turki untuk mengamankan perdamaian di Gaza, menurut Anadolu.
Tahun lalu, pemerintahan Trump meluncurkan rencana perdamaian tiga fase yang terdiri dari 20 poin, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik Israel-Hamas yang meletus pada Oktober 2023.
Gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada Oktober 2025. Namun, selama fase pertama kesepakatan tersebut, kedua pihak berulang kali saling menuduh melakukan pelanggaran.
Awal bulan ini, pemerintahan Trump mengumumkan peluncuran fase kedua rencana perdamaian tersebut, yang menggeser fokus dari gencatan senjata ke demiliterisasi, pemerintahan teknokratis, dan rekonstruksi.




