Kepala HAM PBB Sebut Operasi Israel di Lebanon Kejahatan Perang

Lebih dari 4.300 orang tewas dan lebih dari 12.200 lainnya terluka diserang militer Israel di Lebanon sejak 2 Maret 2026.


Beirut, Suarathailand- Sputnik melaporkan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk pada hari Senin mengatakan operasi militer Israel di Lebanon telah menyebabkan penderitaan luas bagi warga sipil dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Turk mengatakan hal iu saat berada di Berirut. Ia menyebut kantornya telah mendokumentasikan pelanggaran hukum humaniter internasional dalam skala besar, yang sebagian di antaranya kemungkinan tergolong kejahatan perang.

Turk mengatakan serangan udara, penembakan artileri, dan penggunaan senjata peledak oleh Israel yang terus berlanjut di kawasan berpenduduk padat telah mengakibatkan banyak korban di kalangan warga sipil, kerusakan yang meluas, dan pengungsian massal.

Turk juga mengumumkan sebuah misi penilaian independen dan imparsial telah mulai mengumpulkan informasi serta bukti terkait dugaan berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam konflik sejak 2 Maret.

Mengutip otoritas Lebanon, Turk mengatakan bahwa lebih dari 4.300 orang tewas dan lebih dari 12.200 lainnya terluka di Lebanon sejak 2 Maret, termasuk lebih dari 135 tenaga kesehatan, serta banyak jurnalis dan pekerja media.

Share: