Iran menekankan bahwa keputusan ini tidak hanya membahayakan hubungan bilateral tetapi juga menetapkan preseden yang mengkhawatirkan dalam diplomasi internasional, dengan konsekuensi hukum bagi Argentina.
Teheran, Suarathailand- Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengutuk keputusan Argentina baru-baru ini untuk menuduh sebagian dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membahayakan keamanan nasional.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Senin, Kementerian Luar Negeri mengecam tindakan Argentina sebagai ilegal dan didorong oleh tekanan eksternal, khususnya dari rezim Zionis, setelah pemerintah Argentina menetapkan Pasukan Quds IRGC dan 13 individu sebagai teroris pada hari Sabtu.
Kementerian Luar Negeri menekankan bahwa keputusan ini tidak hanya membahayakan hubungan bilateral tetapi juga menetapkan preseden yang mengkhawatirkan dalam diplomasi internasional, dengan konsekuensi hukum bagi Argentina.
“Keputusan pemerintah Argentina, yang bertentangan dengan kebiasaan dan hukum internasional, dan yang diambil di bawah pengaruh bujukan dan tekanan rezim Zionis yang melakukan genosida dan pendudukan, tidak hanya merusak hubungan bilateral antara Argentina dan Iran secara serius, tetapi juga menetapkan preseden berbahaya dalam hubungan antarnegara, yang konsekuensi hukum dan politiknya akan menjadi tanggung jawab pemerintah Argentina,” demikian pernyataan tersebut.
Kementerian Luar Negeri selanjutnya mengkritik tuduhan yang terus-menerus muncul seputar pemboman Pusat Yahudi Argentina (AMIA) tahun 1994, dan mengaitkan kegagalan penyelesaian kasus tersebut dengan motivasi politik dan korupsi dalam sistem peradilan Argentina.
Kementerian berpendapat bahwa tindakan-tindakan tersebut bertujuan memutarbalikkan fakta dan mengaburkan pelaku sebenarnya dari insiden tersebut.




