>'Jumat yang Mengerikan' di Tokyo: kereta berhenti total, penumpang terpaksa berjalan di rel karena upaya pemulihan listrik gagal.
>Insiden ini digambarkan sebagai salah satu kegagalan teknis paling serius yang menimpa sistem kereta api Jepang dalam beberapa waktu terakhir.

Tokyo, Suarathailand- Jalur Yamanote di Tokyo lumpuh selama lebih dari 8 jam setelah terjadi kegagalan pasokan listrik dan kebakaran yang terjadi kemudian, mengganggu sekitar 670.000 penumpang, kata JR East.
'Jumat yang Mengerikan' di Tokyo: kereta berhenti total, penumpang terpaksa berjalan di rel karena upaya pemulihan listrik gagal dan kebakaran memperburuk kekacauan
Tokyo dilanda kekacauan setelah Jalur Yamanote, salah satu jalur kereta api utama ibu kota, lumpuh selama lebih dari delapan jam menyusul kegagalan di fasilitas pasokan listrik dan kebakaran yang terjadi kemudian.
Gangguan tersebut memengaruhi lebih dari 670.000 penumpang, dengan banyak yang dilaporkan terpaksa turun dan berjalan di sepanjang rel selama jam sibuk. JR East mengatakan sedang menyelidiki penyebabnya secara detail.
Penyebab: sistem tidak dapat dipulihkan, kemudian kebakaran memperparah gangguan
JR East, operator kereta api terbesar di Jepang, mengatakan masalah dimulai sekitar pukul 03.50 pagi di fasilitas pasokan listrik yang bertanggung jawab atas bagian antara stasiun Shimbashi dan Shinagawa. Listrik telah dimatikan semalaman untuk perbaikan infrastruktur, tetapi staf tidak dapat memulihkan sistem tepat waktu sebelum kereta pertama dijadwalkan beroperasi.
Situasi memburuk sekitar pukul 08.00 pagi, ketika kebakaran dilaporkan di fasilitas pasokan listrik dekat stasiun Tamachi. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan lebih dari 90 menit untuk mengendalikan api. Pihak berwenang sekarang sedang memeriksa apakah kedua insiden tersebut terkait langsung.
Kekacauan perjalanan: sistem transportasi lain kewalahan
Penutupan jalur utama yang digunakan oleh sebanyak 3,5 juta orang per hari memicu efek domino di seluruh layanan transportasi lainnya.
Stasiun-stasiun utama seperti Ueno dipenuhi oleh para komuter yang mencoba berpindah ke Jalur Ginza dan Jalur Toei Asakusa, menyebabkan kepadatan yang parah. Bahkan pilihan terakhir seperti penyewaan sepeda dilaporkan penuh dipesan di aplikasi.
Insiden ini digambarkan sebagai salah satu kegagalan teknis paling serius yang menimpa sistem kereta api Jepang dalam beberapa waktu terakhir.
Jalur ini menghubungkan distrik bisnis utama antara Tokyo dan Yokohama, menyoroti kerentanan infrastruktur bahkan di negara yang dikenal memiliki salah satu sistem transportasi paling maju di dunia.




