Teheran, Suarathailand- Komandan Pasukan Udara Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengumumkan niat pasukan tersebut untuk menargetkan musuh-musuh Iran dengan serangan balasan paling berani hingga saat ini.
"Malam ini, langit musuh akan berubah menjadi pertunjukan yang lebih hebat bagi Anda," tulis Brigadir Jenderal Majid Mousavi dalam pesan yang ditujukan kepada bangsa pada hari Rabu.
Menurut komandan, peningkatan serangan balasan yang direncanakan akan berfungsi sebagai tanggapan atas tuntutan bangsa agar Korps memberikan pukulan yang lebih keras kepada musuh sebagai balasan atas kekejaman mereka terhadap bangsa.
Mousavi menyimpulkan pesan tersebut dengan menegaskan bahwa musuh tidak mampu mengalahkan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah demonstrasi nasional yang diikuti jutaan orang untuk mendukung rezim Islam di tengah agresi Israel-Amerika yang tidak beralasan.
Agresi tersebut telah menyebabkan gugurnya Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dan sejumlah komandan militer senior serta pejabat Iran, serta warga sipil biasa.
Angkatan bersenjata Republik Islam telah membalas dengan melancarkan setidaknya 60 gelombang serangan balasan yang menentukan dan berhasil terhadap target-target Amerika dan Israel yang sangat sensitif dan strategis di seluruh wilayah tersebut.
Target-target penting termasuk kota Tel Aviv, kota suci al-Quds yang diduduki, pelabuhan Haifa yang diduduki, dan Be'er Sheva, pusat teknologi canggih rezim Israel.
Pos-pos terdepan Amerika di seluruh Asia Barat, termasuk yang berada di Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Arab Saudi, Bahrain, dan Kuwait, juga telah menjadi sasaran serangan balasan yang intens.
Pembalasan tersebut, yang diberi kode nama Operasi True Promise 4, telah mengerahkan ratusan rudal balistik, hipersonik, dan jelajah serta drone serang.




