Tidak ada perundingan terkait nuklir dalam pembicaraan antara Iran dan AS yang diadakan di Swiss.
Teheran, Suarathailand- Kantor berita Iran, IRNA, melaporkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menyebut Iran akan terus bekerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) sesuai dengan prinsip yang sama.
Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya mengatakan bahwa inspektur dari IAEA berencana datang ke Iran paling cepat pekan ini.
"Kerja sama dengan IAEA akan berlanjut sesuai dengan kewajiban Iran berdasarkan perjanjian pengamanan dengan IAEA, sesuai dengan prosedur yang ada dan sejalan dengan resolusi Parlemen dan keputusan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran," kata Baghaei.
Tidak ada perundingan terkait nuklir dalam pembicaraan antara Iran dan AS yang diadakan di Swiss.
Pada saat yang sama, Baghaei sebelumnya mengatakan bahwa akses IAEA ke fasilitas nuklir Iran yang telah dibom akan bergantung pada hasil pembicaraan dengan AS. IAEA masih memiliki akses ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr.
Setelah serangan AS terhadap fasilitas nuklir pada Juni 2025, Iran membatasi kerja sama dengan IAEA dan akses ke fasilitas nuklir, dengan mengatakan bahwa semua keputusan mengenai kerja sama dengan organisasi tersebut dibuat oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.




