Teheran akan memfasilitasi perjalanan aman bagi kapal-kapal yang tidak termasuk atau terkait dengan para agresor dan mereka yang terlibat dalam agresi.
Teheran, Suarathailand- Presiden Iran Maosud Pezeshkian mengatakan ketidakamanan di Selat Hormuz adalah akibat langsung dari agresi AS-Israel terhadap Iran, dan menegaskan bahwa Teheran telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan jalur aman bagi kapal-kapal non-musuh melalui jalur air strategis tersebut.
Dalam percakapan telepon pada hari Senin, Pezeshkian dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif membahas hubungan bilateral, perkembangan regional, dan dampak agresi AS-Israel terhadap keamanan global dan regional.
Pezeshkian menekankan komitmen Iran untuk menjaga stabilitas dan keamanan sambil menentang intervensi asing dalam urusan regional.
“Ketidakamanan yang ditimbulkan di Selat Hormuz adalah konsekuensi langsung dari agresi militer oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis,” kata presiden Iran tersebut.
Menjelaskan sifat serangan AS-Israel, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran bukanlah inisiator perang tersebut.
Ia mencatat bahwa “musuh agresor,” tanpa dasar hukum atau pembenaran, melakukan aksi militer terhadap Iran di tengah negosiasi nuklir.
Ia menyebutkan penargetan terhadap mantan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, para komandan militer senior, dan pembunuhan warga sipil, termasuk mahasiswa, serta serangan terhadap infrastruktur publik. “Oleh karena itu, membela wilayah kita adalah hak alami dan sah kita,” tambahnya.
Memuji hubungan persaudaraan antara negara-negara tetangga, Pezeshkian menegaskan kembali dedikasi Iran untuk melawan campur tangan asing dan memperluas kerja sama intra-regional.
Ia mengeluarkan seruan yang jelas kepada negara-negara regional, khususnya negara-negara Islam, mendesak mereka untuk tidak membiarkan wilayah atau sumber daya mereka digunakan untuk serangan terhadap Iran oleh AS atau Israel.
“Jika mereka tidak dapat mencegah kelanjutan perang dan agresi, setidaknya mereka tidak boleh menjadi platform untuk agresi ilegal yang berkelanjutan terhadap Iran, karena ini hanya akan memperluas perang dan ketidakamanan di kawasan ini,” ia memperingatkan.
Mengenai keamanan maritim, Pezeshkian mencatat bahwa meskipun ada ancaman terhadap stabilitas, Iran telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan navigasi di Selat Hormuz.
Ia menyatakan bahwa Teheran akan memfasilitasi perjalanan aman bagi kapal-kapal yang tidak termasuk atau terkait dengan para agresor dan mereka yang terlibat dalam agresi tersebut.
Perdana Menteri Sharif, menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri dan Nowruz, dan menyatakan penyesalan mendalam atas agresi terhadap Iran.
Sharif juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama Iran dalam memastikan perjalanan aman kapal-kapal Pakistan melalui Selat Hormuz.
Perdana Menteri Pakistan menyerukan upaya bersama dari negara-negara regional, terutama negara-negara Muslim, untuk mengurangi ketegangan dan memulihkan perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan.
Menegaskan kembali pendirian Pakistan, Sharif menggarisbawahi hak alami dan sah Iran untuk membela diri, dengan menyatakan, “Pakistan selalu berdiri bersama pemerintah dan bangsa Iran, dan akan terus melakukannya.”



