Iran Sebut Trump Alihkan Isu Krisis dalam Negeri AS dengan Ancaman Sanksi Ekonomi Iran

“‘Ancaman ekonomi Berat AS terhadap Iran merupakan pengalihan perhatian dari krisis yang dihadapi Amerika sendiri: utang yang belum pernah terjadi sebelumnya dan biaya bunga yang terus melonjak,” kata Araghchi.


Teheran, Suarathailand- Melalui media sosial X, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Kamis mengatakan kampanye operasi “Hari-H Ekonomi” (Economic D-Day) yang telah diumumkan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran justru akan membawa Washington pada kekalahan lebih lanjut, dan semakin memperdalam permusuhan warga Iran terhadap AS.

“‘Ancaman ekonomi Berat AS terhadap Iran merupakan pengalihan perhatian dari krisis yang dihadapi Amerika sendiri: utang yang belum pernah terjadi sebelumnya dan biaya bunga yang terus melonjak,” kata Araghchi.

Menlu Iran menambahkan  dengan melanjutkan kebijakan yang telah gagal hanya akan membawa kekalahan dan permusuhan yang lebih besar dari rakyat Iran,” ujarnya.

Menlu Araghchi mengatakan apa yang disebutnya sebagai “terorisme ekonomi” AS mengancam perekonomian global dan kedaulatan sejumlah negara di dunia.

Menlu Iran menyampaikan hal itu setelah Trump pada Rabu (19/8) mengumumkan apa yang dia sebut sebagai “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun".

Trump menggambarkan kampanye tersebut sebagai “perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Washington akan berupaya memutus jalur keuangan dan perdagangan yang mendukung Teheran.

Trump juga memperingatkan bahwa negara-negara yang mengizinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau badan pemerintah mereka memberikan “jalur penyelamat” ekonomi kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat.


Share: