Rencana ini merupakan bagian dari upaya Iran untuk mengatur ulang lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz di tengah tekanan sanksi ekonomi AS dan ketegangan geopolitik yang meningkat.
Teheran, Suarathailand- Iran dilaporkan sedang menimbang skema baru yang memungkinkan kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz dengan syarat transaksi dilakukan menggunakan mata uang Tiongkok, Yuan. Langkah ini menjadi strategi Iran dalam mengatur ulang jalur perdagangan energi di Selat Hormuz.

Informasi ini didapatkan dari seorang pejabat senior Iran. Dalam pernyataannya disebutkan bahwa rencana ini merupakan bagian dari upaya Iran untuk mengatur ulang lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz di tengah tekanan sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) dan ketegangan geopolitik yang meningkat.
Keputusan Iran menggunakan Yuan tidak terlepas dari peran Tiongkok sebagai salah satu pembeli utama minyaknya. Kebijakan ini diperkirakan dapat memengaruhi dinamika pasar energi global. Jika terealisasikan, rencana ini bisa menjadi strategi Iran untuk menekan AS dan Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa banyak negara tengah bersiap membantu AS untuk membuka kembali blokade Selat Hormuz.
Meski demikian, Trump pada 16 Maret 2026 menolak menyebutkan identitas negara-negara tersebut dengan alasan keamanan guna menghindari potensi target serangan balasan.
"Sejumlah negara telah memberi tahu saya bahwa mereka sedang dalam perjalanan. Beberapa sangat antusias, termasuk negara-negara yang telah kita bantu selama bertahun-tahun," ujar Trump di Gedung Putih, seperti dikutip Anadolu, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa komitmen telah diterima, namun pengumuman resmi akan dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio dalam waktu dekat.
Trump mengungkapkan bahwa proses pengerahan pasukan memakan waktu karena jarak tempuh yang jauh, meskipun beberapa pasukan lokal diklaim sudah mulai berpartisipasi. Trump mengatakan telah berkomunikasi dengan Presiden Emmanuel Macron dan menilai dukungan Prancis berada di level 8 dari 10.



