Iran menyebut BRICS yang dipimpin India sebagai saluran diplomatik yang mungkin untuk mengakhiri konflik.
Teheran, Suarathailand- Presiden Iran menggunakan panggilan telepon dengan Narendra Modi untuk mengusulkan kerangka kerja keamanan yang dipimpin Asia Barat dan mencari peran BRICS yang lebih besar dalam menghentikan permusuhan, sementara India tetap pada pendiriannya tentang dialog, jalur pelayaran terbuka, dan stabilitas regional.
Iran telah menggunakan panggilan tingkat tinggi dengan Perdana Menteri Narendra Modi untuk mendorong kerangka kerja keamanan regional baru di Asia Barat, dengan menyebut BRICS yang dipimpin India sebagai saluran diplomatik yang mungkin untuk mengakhiri konflik.
Namun, tanggapan publik India tetap fokus pada de-eskalasi, infrastruktur penting, dan kebutuhan untuk menjaga jalur pelayaran tetap terbuka dan aman.
Teheran mengusulkan kerangka kerja keamanan yang dipimpin kawasan
Menurut Reuters, mengutip kedutaan Iran di India, Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan kepada Modi pada hari Sabtu bahwa mengakhiri perang akan membutuhkan penghentian segera terhadap apa yang digambarkan Teheran sebagai agresi AS-Israel, bersama dengan jaminan terhadap pengulangan serangan tersebut.
Ia juga mengusulkan kerangka keamanan yang terdiri dari negara-negara Asia Barat tanpa campur tangan asing dan menyerukan BRICS untuk memainkan peran yang lebih independen dalam menghentikan permusuhan terhadap Iran. India memegang kursi ketua BRICS pada tahun 2026.
India menekankan dialog dan keamanan maritim
Pernyataan resmi New Delhi jauh lebih sempit. Dalam sebuah pernyataan dari Kantor Perdana Menteri, Modi mengatakan bahwa ia telah mengutuk serangan terhadap infrastruktur penting, memperingatkan bahwa serangan tersebut mengancam stabilitas regional dan rantai pasokan global, dan menegaskan kembali pentingnya kebebasan navigasi dan jalur pelayaran internasional yang aman.
Pernyataan India juga mengatakan bahwa Modi menghargai dukungan Iran untuk keselamatan warga negara India di Iran, menunjukkan bahwa prioritas utama India tetaplah stabilitas daripada secara terbuka mendukung arsitektur keamanan regional yang baru.
Pertukaran ini juga menyoroti betapa rentannya India terhadap krisis berkepanjangan di Asia Barat.
Kementerian Luar Negeri India mengatakan awal bulan ini bahwa hampir satu crore warga negara India tinggal dan bekerja di wilayah Teluk, sementara rantai pasokan perdagangan dan energi negara itu juga melewati wilayah geografis yang sama.
Hal itu membantu menjelaskan mengapa India terus membingkai konflik tersebut seputar dialog, diplomasi, keamanan maritim, dan perlindungan warga negaranya.
Bagi Iran, seruan tersebut tampaknya merupakan upaya untuk memperluas dukungan diplomatik di luar saluran yang dipimpin Barat dengan membawa BRICS ke dalam diskusi. Apakah hal itu akan berkembang lebih lanjut masih belum jelas, tetapi kontras dalam pesan publik kedua belah pihak menunjukkan Teheran menguji gagasan keamanan yang mengutamakan kawasan, sementara India tetap menekankan pada pengekangan, jalur perdagangan yang aman, dan stabilitas.



