Iran dan Saudi Peringatkan 'Konsekuensi Berbahaya Regional' Bila AS Serang Iran


Teheran, Suarathailand- Iran dan Arab Saudi telah memperingatkan tentang “konsekuensi berbahaya” dari setiap eskalasi ketegangan terhadap keamanan dan stabilitas di Asia Barat, seiring dengan peningkatan kekuatan militer AS di dekat Iran yang terus berlanjut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan mitranya dari Arab Saudi, Faisal bin Farhan, menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan telepon pada hari Rabu.

Kedua menteri tersebut memperingatkan tentang “konsekuensi berbahaya dari setiap eskalasi ketegangan di kawasan ini terhadap perdamaian dan stabilitas regional”.

Mereka juga mengatakan bahwa semua negara di kawasan ini memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan tersebut.

Percakapan telepon tersebut membahas kembali topik-topik yang dibahas oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman selama percakapan telepon pada hari Selasa.

Percakapan tersebut menyusul kedatangan kapal induk AS di kawasan itu dan serangkaian ancaman eskalasi dari Washington, yang menuduh Iran melakukan penindakan keras terhadap "protes damai."

Presiden AS Donald Trump telah mengancam akan menyerang Iran dalam beberapa pekan terakhir.

“Ancaman dan operasi psikologis Amerika bertujuan untuk mengganggu keamanan kawasan dan tidak akan menghasilkan apa pun selain ketidakstabilan,” kata Pezeshkian kepada putra mahkota.

Sementara itu, Mohammed bin Salman mengatakan Arab Saudi menganggap setiap agresi, ancaman, atau penciptaan ketegangan terhadap Iran sebagai hal yang “tidak dapat diterima” dan bahwa Kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayahnya digunakan untuk serangan militer apa pun terhadap Iran.

“Putra Mahkota menekankan selama panggilan tersebut posisi Kerajaan dalam menghormati kedaulatan Republik Islam Iran, dan bahwa Kerajaan tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah udaranya atau wilayahnya dalam tindakan militer apa pun terhadap Republik Islam Iran atau serangan apa pun dari pihak mana pun, terlepas dari tujuannya,” menurut transkrip panggilan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran dan Turki membahas pengurangan ketegangan

Sebagai bagian dari upaya diplomatiknya, Araghchi juga mengadakan panggilan telepon terpisah dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada hari Rabu.

Kantor berita TRT mengutip sebuah sumber di Kementerian Luar Negeri Turki yang mengatakan bahwa para menteri membahas upaya-upaya yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan menyusul perkembangan terbaru.

Fidan telah memperingatkan AS agar tidak melancarkan serangan militer terhadap Iran, menyebut langkah tersebut "salah." /Press TV

Share: