Ketiga pemimpin tersebut bertemu sebagai bagian dari kelompok koordinasi yang dibentuk pada 1 April untuk memaksimalkan respons institusi mereka terhadap dampak energi dan ekonomi dari perang di Timur Tengah.
AS, Suarathailand- Para pimpinan Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA), Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), dan Grup Bank Dunia pada Senin (13/4) memperingatkan soal dampak negatif dari perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Ketiga pemimpin tersebut bertemu sebagai bagian dari kelompok koordinasi yang dibentuk pada 1 April untuk memaksimalkan respons institusi mereka terhadap dampak energi dan ekonomi dari perang di Timur Tengah.
"Dampak perang ini sangat besar, bersifat global, dan sangat tidak merata, memengaruhi negara-negara pengimpor energi secara tidak proporsional, khususnya negara berpenghasilan rendah. Guncangan ini telah menyebabkan kenaikan harga minyak, gas, dan pupuk, yang juga memicu kekhawatiran terkait ketahanan pangan dan hilangnya lapangan kerja. Beberapa produsen minyak dan gas di Timur Tengah juga mengalami penurunan drastis dalam pendapatan ekspor," kata para pimpinan organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan.
Bahkan setelah dimulainya kembali arus pengiriman reguler melalui Selat Hormuz, butuh waktu bagi pasokan komoditas utama global untuk kembali ke level sebelum konflik, dan harga bahan bakar serta pupuk kemungkinan akan tetap tinggi untuk jangka waktu lama mengingat kerusakan infrastruktur yang terjadi, menurut pernyataan itu.
Akibat gangguan pasokan, kelangkaan bahan utama kemungkinan akan berdampak terhadap sektor energi, pangan, dan industri lainnya. Perang juga telah memaksa warga untuk mengungsi, berdampak terhadap lapangan kerja, serta mengurangi aktivitas perjalanan dan pariwisata, yang mungkin membutuhkan waktu untuk pulih, menurut pernyataan itu.
Tim dari organisasi-organisasi tersebut sedang bekerja sama, termasuk di tingkat negara, untuk memanfaatkan keahlian masing-masing dan membantu negara-negara melalui saran kebijakan yang disesuaikan serta, dalam kasus IMF dan Bank Dunia, bantuan keuangan jika diperlukan, menurut pernyataan itu.
Ketiga pemimpin tersebut berjanji akan terus memantau secara cermat dan menilai dampak perang terhadap pasar energi, perekonomian global, dan masing-masing negara, serta mengoordinasikan respons dan dukungan bagi negara-negara anggotanya.




