Hujan Sangat Deras Sebabkan 4 Kematian di Chiba Jepang, 7.000 Orang Terdampak


Chiba, Suarathailand- Curah hujan dengan rekor tertinggi di Prefektur Chiba, Jepang, telah menewaskan sedikitnya empat orang, memutus akses transportasi, dan membuat hampir 7.000 penumpang terlantar di Bandara Narita.

Hujan dengan intensitas rekor melanda Prefektur Chiba, Jepang, menyebabkan banjir bandang, pemadaman listrik meluas, dan gangguan transportasi parah, dengan setidaknya empat orang dipastikan tewas.

Hampir 7.000 penumpang juga terlantar semalaman di Bandara Internasional Narita di tengah salah satu periode perjalanan liburan tersibuk di Jepang.

Reuters melaporkan bahwa beberapa wilayah di Chiba, yang berbatasan dengan Tokyo, mencatat curah hujan lebih dari 360 milimeter dalam waktu 24 jam. Air banjir dengan cepat menggenangi jalan raya dan jalur kereta api, sehingga memutus sejumlah rute transportasi.

Otoritas Jepang mengonfirmasi setidaknya empat kematian, termasuk satu orang yang terjebak di dalam kendaraan yang terendam air sepenuhnya. Satu orang masih dinyatakan hilang, yang mendorong pengerahan personel militer untuk membantu operasi penyelamatan.

Gubernur Chiba, Toshihito Kumagai, menggambarkan banjir tersebut sebagai situasi luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tokyo Electric Power Company (TEPCO) melaporkan bahwa lebih dari 22.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik. Ratusan warga di kota Chiba dievakuasi dan menghabiskan malam di gedung-gedung pemerintah yang difungsikan sebagai tempat penampungan sementara.

Ribuan Orang Terlantar di Bandara Narita

Banjir juga memutus akses transportasi menuju Bandara Internasional Narita.

Seorang juru bicara bandara mengatakan sekitar 7.000 penumpang terlantar di dalam terminal; banyak di antaranya menggunakan selimut darurat dan tidur di lantai sepanjang malam.

Staf bandara membagikan air minum dan makanan kering kepada penumpang yang terdampak. Sebagian besar penerbangan tetap beroperasi, meskipun dilaporkan adanya sejumlah penundaan.

Menjelang Jumat pagi, beberapa layanan kereta api antara Bandara Narita dan Tokyo telah beroperasi kembali sebagian, sehingga membantu mengurangi kepadatan di dalam terminal.

Namun, sejumlah jalan raya utama tetap ditutup demi alasan keselamatan.

Share: