Hampir 90% Warga AS Sebut AS Gagal Capai Tujuan dalam Perang Lawan Iran

Masyarakat Amerika lebih mengkhawatirkan biaya hidup dan inflasi dibandingkan perang terhadap Iran.


AS, Suarathailand- Hasil survei Marquette University Law School mengungkap hampir 90 persen warga Amerika tidak percaya Amerika Serikat telah mencapai tujuannya dalam perang melawan Iran, sebuah survei baru menunjukkan.

Masyarakat Amerika lebih mengkhawatirkan biaya hidup dan inflasi dibandingkan perang terhadap Iran.

Menurut survei tersebut, 35 persen orang dewasa Amerika menganggap biaya hidup dan inflasi sebagai isu paling penting saat ini, dengan perekonomian berada di urutan kedua dengan 15 persen. 

Perang tersebut, yang merupakan kekhawatiran penting lainnya, menduduki peringkat ketiga dengan persentase 10 persen, yang merupakan posisi terendah dalam tiga bulan.

Semua isu lainnya mendapat kurang dari 10 persen, termasuk Medicare dan Jaminan Sosial, usulan Undang-undang Safeguard American Voter Eligibility (SAVE America), layanan kesehatan, imigrasi dan keamanan perbatasan, keterjangkauan perumahan, kejahatan, dan aborsi.

Sejak bulan Januari, biaya hidup dan inflasi tetap menjadi kekhawatiran utama warga Amerika dengan peringkat kategori ini sebagai kekhawatiran paling penting atau kedua bagi 56 persen warga Amerika.

Inflasi tahunan turun dari 4,1 persen di bulan Mei menjadi 3,7 persen di bulan Juni, menurut indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang dilaporkan oleh Biro Analisis Ekonomi. Indeks PCE adalah ukuran inflasi pilihan Federal Reserve.

Pada akhir bulan Juli, Federal Reserve memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah untuk pertemuan kelima berturut-turut, namun tiga presiden Fed regional berbeda pendapat, dengan mengatakan mereka ingin menaikkan suku bunga untuk memerangi peningkatan inflasi.

Hal ini terjadi pada saat hanya 28 persen warga Amerika yang menggambarkan perekonomian negaranya berada dalam kondisi sangat baik atau baik.

Perang melawan Iran, yang kini telah melampaui batas waktu lima bulan, secara umum tidak populer di kalangan warga Amerika, dengan jajak pendapat tersebut menemukan 75 persen responden percaya bahwa konflik tersebut tidak sepadan dengan biaya yang harus dikeluarkan, naik sedikit dari 72 persen pada bulan Juni.

Pada hari Selasa, Pentagon mengumumkan kesepakatan baru dengan kontraktor pertahanan untuk memperluas produksi komponen pencegat rudal yang terutama digunakan di Iran setelah hampir kehabisan pasokan pencegat THAAD.

Jajak pendapat tersebut juga melaporkan bahwa 88 persen warga Amerika tidak percaya AS telah mencapai tujuannya dalam perang, naik dari 81 persen pada bulan Juni.

Jajak pendapat Marquette dilakukan pada 22-29 Juli dan melibatkan 1.076 responden. Margin kesalahannya adalah 3,2 poin persentase.

Share: