Kenaikan ini dipicu oleh gangguan di Selat Hormuz serta tingkat penyimpanan gas yang lebih rendah dari biasanya.
Eropa, Suarathailand- Kantor berita Anadolu melaporkan harga gas alam di Eropa melonjak ke level tertinggi sejak Desember 2022 pada hari Selasa, mendekati €90 per megawatt-jam.
Kenaikan ini dipicu oleh gangguan di Selat Hormuz serta tingkat penyimpanan gas yang lebih rendah dari biasanya, yang meningkatkan kekhawatiran mengenai pasokan menjelang musim dingin.
Harga acuan Dutch TTF untuk pengiriman bulan November ditutup pada angka €88,04 per megawatt-jam pada hari Senin.
Pada hari Selasa pukul 13.06 waktu setempat (10.06 GMT), harga naik 2,01% dari penutupan sebelumnya menjadi €89,81 per megawatt-jam.
Serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz dan meningkatnya ketegangan regional telah memicu kekhawatiran terkait keamanan pasokan gas alam cair (LNG).
Tingkat penyimpanan gas di seluruh Eropa yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu turut memberikan tekanan kenaikan pada harga.
Menjelang musim dingin dengan perkiraan lonjakan permintaan, muncul kekhawatiran apakah persediaan yang ada akan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi musiman.
Berdasarkan data Gas Infrastructure Europe (GIE), fasilitas penyimpanan gas di negara-negara Uni Eropa terisi 74,6%, lebih rendah dibandingkan 85% pada periode yang sama tahun lalu.
Gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz menghambat upaya pengisian kembali persediaan di Eropa, sementara berkurangnya pasokan LNG dari Timur Tengah memperketat kondisi pasar global.
Kerusakan pada fasilitas di negara-negara produsen LNG di kawasan tersebut—menyusul serangan AS dan Israel terhadap Iran pada bulan Februari serta serangan balasan dari Teheran—juga berdampak pada pasokan gas ke Eropa.
Meskipun beberapa kargo LNG dari Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) sempat melewati Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir, jumlah tersebut belum cukup untuk mengubah keseimbangan pasokan dan permintaan LNG global secara signifikan.
Sementara itu, arus LNG masih berada sekitar 80% di bawah tingkat yang tercatat sebelum konflik yang melibatkan Iran, yang mencerminkan berlanjutnya gangguan pelayaran melalui jalur perairan strategis tersebut.
Data dari European Network of Transmission System Operators for Gas (ENTSOG) menunjukkan bahwa pasokan LNG AS ke Uni Eropa turun menjadi 5,42 miliar meter kubik pada bulan Juli, dari 7,67 miliar meter kubik pada bulan Januari.
Akan tetapi, pangsa AS terhadap total impor LNG Uni Eropa justru meningkat menjadi 73,5% pada bulan Juli, dari 66,3% pada bulan Januari; hal ini menunjukkan kontribusi relatif yang lebih besar meskipun volume pasokannya mengalami penurunan.




