Otoritas AS mengambil alih kapal tanker berbendera Rusia tersebut awal bulan ini, dengan tuduhan bahwa kapal itu merupakan bagian dari armada bayangan yang membawa minyak dari negara-negara seperti Venezuela, Rusia, dan Iran yang melanggar sanksi AS.
Kremlin, Suarathailand- Moskow mengatakan dua awak kapal tanker Rusia yang disita awal bulan ini oleh Amerika Serikat di Atlantik Utara telah dibebaskan dan sedang dalam perjalanan pulang.
Otoritas AS mengambil alih kapal tanker berbendera Rusia tersebut awal bulan ini, dengan tuduhan bahwa kapal itu merupakan bagian dari armada bayangan yang membawa minyak dari negara-negara seperti Venezuela, Rusia, dan Iran yang melanggar sanksi AS.
Amerika Serikat secara terbuka mengatakan bahwa awak kapal Marinera dapat dituntut. Rusia mengatakan bahwa hal itu akan "sama sekali tidak dapat diterima" dan menuduh Washington memicu ketegangan dan mengancam pelayaran internasional.
"Dua pelaut Rusia telah dibebaskan dan sedang dalam perjalanan pulang ke Rusia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova kepada kantor berita RIA Novosti milik negara pada hari Rabu.
Nasib awak kapal lainnya belum jelas.
Rusia mengumumkan awal bulan ini bahwa Amerika Serikat telah memutuskan untuk membebaskan dua awak kapal Rusia tersebut, tetapi pekan lalu Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengatakan keputusan tersebut belum dilaksanakan.
Amerika Serikat menyita kapal tanker tersebut, yang dikawal oleh angkatan laut Rusia, setelah mengejarnya dari dekat pantai Venezuela.
Kapal itu kemudian diganti benderanya dan namanya untuk berada di bawah yurisdiksi Rusia sebagai upaya untuk mencegah Amerika Serikat mencoba merebutnya sebagai bagian dari kampanyenya melawan Venezuela.




