Jalan raya dan jalur kereta api yang menghubungkan kota tersebut dengan daerah lain dilaporkan telah hancur pada Jumat pagi.
Iran, Suarathailand- The Telegraph melaporkan Kota pelabuhan Bandar Abbas, salah satu pusat perdagangan terpenting di Iran bagian selatan, dilaporkan hampir sepenuhnya terisolasi akibat pengeboman Amerika Serikat.
Militer AS juga telah melancarkan serangan secara intensif terhadap kota di selatan Iran itu selama sepekan terakhir.
Bandar Abbas yang berpenduduk sekitar 500.000 jiwa dan menjadi jalur sekitar separuh perdagangan Iran itu, dilaporkan nyaris terputus dari wilayah lain di negara itu akibat serangan AS.
Jalan raya dan jalur kereta api yang menghubungkan kota tersebut dengan daerah lain dilaporkan telah hancur pada Jumat pagi.
Seorang mantan pejabat Pentagon mengatakan kepada The Telegraph bahwa sejumlah pejabat AS saat ini semakin yakin bahwa mengisolasi kota pelabuhan tersebut dari wilayah Iran lainnya akan memaksa Teheran membuka kembali Selat Hormuz.
Pada malam 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani sebuah memorandum yang menyerukan penghentian konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, militer AS dilaporkan kembali melancarkan beberapa serangan terhadap Iran.
Militer Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di beberapa negara di Timur Tengah.
Teheran juga menuduh Washington melanggar perjanjian gencatan senjata. Pada 9 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku.




