Austria dan Belgia Tegas Tolak Terlibat Operasi di Selat Hormuz

Negara-negara Uni Eropa juga telah menjelaskan bahwa mereka tidak ingin terlibat dalam konflik yang tidak mereka mulai.


Austria, Suarathailand- Sputnik melaporkan Austria dan Belgia tidak akan bergabung dalam operasi potensial apa pun untuk memulihkan kondisi navigasi yang aman melalui Selat Hormuz seperti diserukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kata perdana menteri mereka pada Kamis.

"Austria tidak mempertimbangkan untuk intervensi di Selat Hormuz. Sejauh yang saya pahami, kami berbicara tentang permohonan kepada negara-negara NATO. Ini adalah masalah NATO dan jawabannya telah diberikan. 

Negara-negara Uni Eropa juga telah menjelaskan bahwa mereka tidak ingin terlibat dalam konflik ini, yang tidak mereka mulai," kata Kanselir Austria Christian Stocker kepada wartawan menjelang KTT Uni Eropa di Brussels.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Belgia Bart de Wever mengatakan, dalam sebuah wawancara di Brussels, bahwa kerajaan tersebut tidak akan bergabung dalam perang Amerika-Israel melawan Iran dengan cara apa pun.

Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran, termasuk di Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika di Timur Tengah.

Pada Sabtu (14/3), Trump menyerukan kepada China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz guna menjaga keamanan investigasi. Dia memperingatkan sekutu NATO bahwa aliansi tersebut menghadapi "masa depan sangat buruk" jika gagal mengamankan selat tersebut.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan bahwa negara-negara Uni Eropa belum siap untuk mengirim armada ke Selat Hormuz.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Share: